Unofficially
The Moment
"I've learned that people will forget what you said, people
will forget what you did, but people will never forget how you made them
feel." - Maya Angelou
Karena
ketika Allah telah menunjukkan tanda-tanda kebesarannya Nya, dari hal yang kita anggap is impossible it can make
possible. Yahh, disana kita juga sedang diuji seberapa mampukah kita tetap bisa
besikap tawadu’ kepada Nya. Justru ini merupakan cobaan yang berat. Karena itulah
manusia ketika diberi penghargaan dipuji jangan sampai muncul benih sikap yang
Allah ndk suka. Kembali kita harus mengingat semuanya yang kita peroleh hanya berharap
keridhoan Nya. Back to Allah fo Allah what we do, semua karena Nya.
Semoga
kita tetap menjadi orang-orang yang berada didalam naungannya. Allah sdh cukup
banyak mengatur segala scenario kehhidupan kita, semoga tetap bisa membersamai
langkah-langkah kita menuju Jannah Nya kelak, aamiin Allahuma aamiin.. semakin usia
bekurang semakin kita akan paham, lambat laun waktu terus bergulir sangat
cepat. Dan tak terasa apa yang sudah kau perbuat hari ini, masih kah ingin
berleha leha dan mengejar duniamu saja. Keeponthetrack mesti, selalu, dan jangan
mengharap lebih.
Perasaan
bahagia pun demikian, ku mengartikan nya dengan begitu rumit untuk dijelaskan
dengan kata-kata. Allah lah yang sudah mengatur apa yang terjadi nanti beberapa
menit kedepan, esok, lusa, dan kapan pun itu. Bahagia yang secara alamiah
dipicu oleh hormone dopamine, serotonin dan sebagainya. Rasa yang mungkin bisa
saja hilang seketika, namun Allah sungguh luar biasa, menitipkan perasaan itu
kepada ku beberapa hari terakhir ini. Berjumpa dengan orang baru, bertemu teman’’
yang sedang merasakan kebahagian pula. Semakin terpacu semangat untuk bisa juga
melakukan apa yang mereka doing.
Ingatlah
ketika masa-masa sulitmu, dan kini kau rasakan bahagia yang terkira, kau
tunjukkan kepada semua nya bahwa kau bisa, dan semata-mata itu untuk orang yang
telah berkorban demi masa depanmu. Ku rasa haru melihat pemandangan ribuan cendikia
berkumpul dan siap dilepaskan untuk menghapi dunia yang sesungguhnya. Kan ada
masa ku juga duduk disana, dengan 2 pasang bola mata ikut menyaksikan begitu sacral
nya moment itu. Mungkin ku tak tahan ingin menumpahkan air mata, karena yang
kutunggu senyum lega keduanya dengan melihat putri sulung nya telah selesai menempuh
study.
Begitupun
3 pasang bola mata yang kusaksikan sendiri, betapa bahagianya mereka. Dan inilah
yang kau dapat torehkan, selama perjalanan yang cukup lama, this is your
journey, and finally you get it,, so proud of you. And hope I will do it too
soon. 😊 😊 😊 Tiada kata tak
lain yang paling bisa kita agungkan setiap masa “Alhamdulillah ala kulli hal” …
semoga Allah menambahkan keberkahan disetiap ikhtiar yang telah dilakukan,
kepahitan, kerjakeras, kegagalan, dan kesuksesan yang insyaAllah selalu
membersamai.
Allah pun berkata di dalam Al Qur’an,
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Q.s. al-Mujadalah : 11).
Ps:
Kisah Abu Hurairah
radhiyallahu anhu. Beliau berkata, “Kalian akan menyatakan, bahwa
Abu Hurairah banyak meriwayatkan hadits. Dan Allah lah tempat (untuk
membuktikan) janji. Juga mengatakan ‘Mengapa orang-orang Al Muhajirin dan
Anshor tidak banyak meriwayatkan hadits, seperti periwayatan Abu Hurairah?’
Sungguh, saudara- saudaraku dari Muhajirin disibukkan dengan jual-beli di
pasar. Sedangkan saudara- saudaraku dari Anshor disibukkan oleh pengelolaan
harta mereka. Adapun aku seorang miskin yang selalu mengikuti Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam selama perutku berisi. Aku hadir saat mereka tidak
hadir, dan aku ingat dan paham saat mereka lupa.”
Sabar diatas penderitaan dalam menuntut ilmu. Seperti
beliau yang rela menjadi ahlusshufah yang penuh keterbatasan secara ekonomi
demi belajar pada Rasulullah. Dan hendaknya kita selalu semangat dalam belajar,
memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan mulazamah pada seorang yang berilmu.
Jambi, 29 April
2018
02.37pm
Teriknya mentari hingga
sore ini,
Disela ketik an TA yang
tak kunjung kelar

Comments
Post a Comment