Our greatest weakness lies in giving up.
The most certain way succeed is always to try just one more time (Thomas A.
Edison).
Dear all my love… bingung mau mulai nya
dari mana. Cause udah lama banget ndk nulis lagi, serius dahh mulai kaku ni
tangan untuk back nyusun kata-kata yang pas dan mulai cerita.
Terlalu banyak hal yang terjadi selama
beberapa hari belakang kurleb 3 bulan an setelah keberangkatan taun lalu, aku belum
ada nge post lagi. Jadi disini aku mulai dari yang aku ingat aja yaa. Setiap kejadian
demi kejadian yang kualami beberapa hari terakhir not sense, so I feel not good
for my body maybe or my heart. Ada yang ga sinkron, jdi ndk balance, terkadang
sudah mengikuti kata hati tapi apalah daya ketika antara otak dan hati kita ndk
connect. So perbanyak istighfar, ingat Allah banyak-banyak jangan sampe kita
melakukan hal yang tidak Allah suka.
Aku sering sekali merasakan ketika
hatiku sudah berkata ia namun banyak sekali hal-hal difikiran yang menggangu
dan menjadi pikiran baru, mungkin karena aku orangnya terlalu pemikir kali ya..
Jadi ginilah aku, aku suka hal baru, nekat an jg kadang kalo sudah down mau up
nya butuh process yang cukup lama. Which is harus dibawa slow, butuh piknik
nampaknya LOL 😊 , ndk suka yang diburu’’in, ndk bisa dipaksa secara
continue tapi diingatkan with lemah lembut. (tapi kalo kadang’’ no problem) Wkwk,
Sangat bersyukurnya aku dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki energi positive
dan selalu mengingatkan dalam kebaikan. Sehingga ketika mulai down butuh
semangat for do something, menjadi obat paling ampuh ketawa bareng mereka
semua, lavv u all.
Kadang aku sampai berkaca-kaca Allah
itu baik bangett dahh, ndk bisa ngomong lagi. Memang bener Allah itu sesuai prasangka
hambanya. So positive thingking ajaa teruss insyaAllah kedepannya jga bakal
positive yang kita terima. Karena ndk ada ruginya kita berprasangka baik sama Allah.
Suatu hari aku berdoa sama Allah, untuk dimudahkan segala urusan dihari itu, tanpa
disangka-sangka semua berjalan tanpa hambatan dan cepet pula, ini semua juga
ndk hanya berkat do’a’’ kita pribadi tapi pastinya do’a ibu kita yang selalu
terucap diatas sajadah nya.
Suatu ketika aku hanya memiki uang di kantong
tinggal 5 ribu rupiah gaess, ketika itu juga aku harus pergi ke sekolah
pagi-pagi lantaran posisi masih ppl. Dan temen biasa aku barengan lagi free ndk
masuk dihari itu, bingunglah akhirnya mau pergi dengan siapa. Dan aku ditemani
oleh salah seorang teman perempuanku untuk pergi kedepan berencana mencari
ojek, sebelum nya aku harus pergi ke Foto copyan untuk mengeprint sedikit lagi bahan
ujian dan sowrry ketinggalan aku baru inget kalo dihari itu aku juga ujian ppl
di sekolah. Allah memang punya rencana yang sangaat luar biasa it was awesome for
me, Sampai di tempat foto copy an aku bertemu salah satu temen ppl ku yang hari itu juga mau berangkat ke sekolah ketemu lah kami, dan dia pergii sendiri jadilah
aku pergi ke sekolah dengan nya. Sungguh melegakan plus terharu pake bangett. Mau
nangis rasanya, tapi bersyukur bangett.
Hal lain menjadi pelajaran, duhh ini ceritanya
random yaa, kalo yang ini pas aku lagi jogja dan mau pulang ke jambi, hari terakhir
kuhabiskan untuk jalan-jalan Bersama temen masa kecilku yang kuliah dsana. Dari
pagi kami start ke terminal, naik bus transjogja ke prambanan, next ke
malioboro sampe sore kehujanan pulang lagi ke kaliurang sampe rumah udah adzan
magrib, dan pesawat sudah harus take off jam 21.45 wib. Otomatis aku harus
sudah check in di jam 9nan dan kalian tau, sudah masuk adzan isya masih sempat
untuk solat dlu di rumah, sembari temnku mesenin taksi katanya, ehh sampailah
jam 8 ndk dapet juga tu kendaraan menuju bandara, so jalan terakhir naiklah go
jek posisi lagi gerimis dan semakin dipertengahan semakin lebat tu hujan, sudah
kedinginan menggigil, sampailah di bandara dan sudah takut kalo telat or
ketinggalan pesawat. Udah mau numpahin air mata ni, kali pertama ke bandara dan
di bandara sendiriaan, dan rasanya itu ga enakk banget mesti flight malemm,
jangan diikutin saran ku, dan ketika naik go jek itu sudah was was banget sampe
bandara jam 21.15 kalo ndk salah, ternyata masih bisa check in, cuman teledor
nya aku tas tentengan ketiggalan waktu oemerikasaan didepan dan tiket yang ku
print basah, jadilah harus carii e ticket di hp yang udah ke download, gara’’ terbur-buru
dan grusa grusu (heh Bahasa apa ya ini) aku ngira tiketku yang basah sebelumnya
itu kegiles ama alat yang untuk meriksa barang didepan tadi, (lupa nama latnya) LOL. Ternyata aku
kantongi , hemp jadilah ketemu e ticket yang di hp, saran lagi kalo traveling
jangan banyak bawa barang perintilan, kalo bisa bener2 dijadikan satu biar ndk
kececer. Cuman kemaren karena mesti bwa piala jadilah ada tentengan di tangan. Udah
aku orang teledoran, untunya aku satu pesawat beda bangku dengan temenku yang
dari jambi, jadi kami memang janjian ketemuan d bandara sebelumnya. Semakin tenang
perasaan ketika sudah duduk dan cerita semuanya kedia tentang persaan ku dari
rumah ke bandara tadi. Huhhh
Random nya parah pake banget ini masuk awal
taun, jadilah aku mulai menyusun strategi untuk bisa menuntaskan tugas akhir
dengan tepat waktu, januari bimbingan dan februari sempro. Lanjut februari
akhir penelitian. Daaan maret stuck aku cuman nyentuh sekali TA nya yang
seharusnya bisa kuselesaikan dan April dengan harapan bisa siding. Qadarullah
ada hal lain yang diamanahkan dan harus kuselesaikan. Start again di April ini
semoga berkah, dan Allah mudahkan langkah kita. Terharu ketika Allah mudahkan
jalan untuk melaksanakan sempro bulan lalu, dengan persetujuan ps 1 dan 2 kelar
lah sempro, terbitlah reviisi dan validasi, dan penelitian, alhamdulillah sekolah
tempat penelitian sangatlah welcome. Dan guru nya juga baik sekali. Jadi selesailah
penelitian dengan dibantu teman’’ dari kampus. Kemudian 1 bulan belakangan berlalu
dengan tidak terstrukur, oh inilah aku yang suka dengan jadwal yang tersistem,
dan activities apa yang dilakukan dihari itu. (thank u so much all of u my best sistaa, and my school until research)
Time management yang tidak diatur
dibulan itu, sehingga prioritas sangat tidak diperhatikan. Harus banyak
muhasabah dan istighfar semoga apa yang dilakukan Allahh ridho. Aamiiin
Sekali lagi, jadilah muslim yang produktif
seperti yang dikatakan Mohamed Faris dalam bukunya, antara fisik, hati, spiritual,
social harus kita atur dengan sedemikan rupa supaya tidak kacau dan berjalan sesuai
wadahnya. Ketika keimanan menyatu dengan produktivitas, ini bukan hal gampang
dan mungkin kebanyakan dari kita hanya segelintir human yang memerhatikan hal
ini atau hanya menonjol di point point tertentu.
Jangan pernah puas dengan ilmu yang sudah
kita miliki sekarang teruslah belajar dan belajar, jadilah pembelajar sejati, bukan
maksud menggurui namun sesama saudara seiman, kita harus saling mengingatkan
didalam kebenaran, sesunguhnya saya sendiri yang masih sangat fakir ilmu, kita mesti banyak banyak belajar, tidak ada yang patut
dibanggakan , so saling sharing, ndk usah malu, kita belajar, iaaa bareng-bareng
mau kaan, 😊 😊 😊
Ada satu kisah menarik dari dalam buku
Mohammed Faris “Muslim Produktif”
Seorang yang miskin penah melewati rumah Abdullah bin Umar
(anak Umar bin Khaththab) dan Abdullah berkata kepada anaknya, “Berilah dia
satu dinar.” Anak Abdullah menjawab “Mudah-mudahan Allah menerima ini dari Anda!”
Sang ayah berkata, Seandainya saya tahu Allah menerima satu sajadah atau satu sedekah
dari saya, saya tidak akan lagi merindukan kematian! Tidakkkah engaku tahu amal
siapa yang Allah terima? “sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang
yang bertakwa.” (QS. Al-Maidah: 27)
Sang syekh meanjutkan “kamu tahu, tidak
jadi masalah apa yang kamu lakukan atau raih dalam kehidupan ini. Apa yang
lebih penting adlah apakah Allah menerimanya atau tidak.”
Ps: So being productive and believe just
to Allah is the one creator all of in the sky and in the earth… semoga kita
dipertemukan dengan orang orang yang membersamai langkah-langkah baik kita
insyaAllah, Allah mudahkan segala urusan kita and still gratefull always Alhamdulillah
😊
Jambi, 11 April’2018
1.35 am
Stay on my TA, cuaca dingin abis ujan wkwk

Comments
Post a Comment