Hujan rintik pagi ini, tak menyurutkan langkahku, bertemu
senyum senyum sumringah para berparas tampan dan cantik.. Pohon pohon dan
dedaunan pun ikut berbisik, mengikuti derap langkah yang kian taka ada
habisnya, menuju muara-muara sungai.. Hatiku berdesir, mata terbaelala, ada
perasaan bahagia, sembari melirik seorang gadis mungil, duduk dikursi coklat
disudut kelas.
“sedang apa nak?” ku tanya dengan penasaran.
“ngaji bu, “ sambil menunjukkan senyuman kecilnya.
“anak salihah, ibu bangga padamu nak, semoga kau dapat
membukakan pintu2 syurga untuk kedua orang tuamu” perasaan senang.
“semoga kita bisa bertemu di surge nanti ya bu, Zahra
juga pengen ketemu ibu nanti di surge” dengan wajah polos
“iya nak, amiin ya rabbal ‘alamin” dengan mata
berkaca-kaca.
Semoga Allah selalu menjaga mu nak sampai kapan pun, dan
semoga kita bisa istiqomah untuk menjalankan perintah Nya J
, pikirku dalam hati. Aku masih tak menyangka siswi seumur Zahra sudah paham
akan hal itu, dan begitu suci sekali hatinya. Gadis mungil ku, kau pemberat
iman kedua orang tua mu.
bersambung ....

Comments
Post a Comment